dr. Evania Astella, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K

Diet pada lansia perlu difokuskan pada keseimbangan antara kebutuhan energi, protein, dan mikronutrien tanpa membebani fungsi ginjal dan pencernaan. Asupan energi perlu disesuaikan dengan masing-masing individu bergantung dari usia, jenis kelamin, komposisi tubuh, dan lain-lain. Sedangkan protein perlu ditingkatkan menjadi 1–1,2 gram/kg berat badan/hari untuk mencegah sarkopenia (penurunan massa otot). Pilih protein berkualitas tinggi seperti ikan, telur, tahu-tempe, dan susu tinggi protein rendah lemak.

Perbanyak buah dan sayur sebagai sumber serat, vitamin, dan antioksidan. Hindari makanan tinggi garam dan gula. Jangan lupa hidrasi cukup serta aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki, yoga, atau latihan kekuatan 2–3x/minggu untuk menjaga fungsi jantung dan tulang. Dengan pendekatan ini, lansia dapat tetap aktif dan bugar tanpa kehilangan massa otot maupun energi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *