dr. Evania Astella, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K
Cuka apel telah lama dikenal sebagai salah satu bahan alami yang dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama dalam mengatur kadar gula darah. Kandungan utama dalam cuka apel adalah asam asetat, senyawa aktif yang berperan penting dalam memperlambat proses pencernaan karbohidrat menjadi glukosa. Dengan begitu, penyerapan gula ke dalam darah berlangsung lebih lambat sehingga mencegah lonjakan glukosa darah secara tiba-tiba setelah makan. Selain itu, asam asetat juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mempercepat pengambilan glukosa oleh sel otot, membantu tubuh menggunakan gula darah secara lebih efisien.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi 2–6 sendok makan cuka apel per hari dapat memperbaiki respons glikemik, terutama bila diminum sebelum makan tinggi karbohidrat seperti nasi, roti, atau pasta. Waktu terbaik untuk mengonsumsinya adalah sebelum sarapan, makan siang, atau makan malam, agar efeknya terhadap pengendalian gula darah lebih optimal. Cara konsumsinya bisa dengan mencampurkan satu hingga dua sendok makan cuka apel ke dalam segelas air, kemudian diminum sekitar 15–30 menit sebelum makan.
Meski potensinya menjanjikan, penelitian jangka panjang mengenai keamanan dan efektivitas cuka apel masih terbatas. Oleh karena itu, penggunaannya sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan tidak berlebihan. Asam asetat bersifat cukup kuat dan dapat mengiritasi lambung bila diminum dalam keadaan kosong tanpa pengenceran. Selain itu, perlu diwaspadai kemungkinan interaksi antara cuka apel dengan obat-obatan, terutama obat diabetes dan diuretik, karena dapat memengaruhi kadar gula darah dan kalium tubuh.
Kesimpulannya, cuka apel dapat menjadi tambahan alami yang bermanfaat untuk membantu mengontrol kadar gula darah bila digunakan dengan tepat, namun tetap harus dikombinasikan dengan pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, dan pengawasan medis yang baik.
