dr. Evania Astella, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K

Bentuk tubuh yang ideal, maskulin, dan didukung oleh vitalitas yang optimal merupakan salah satu faktor penting yang menunjang daya tarik dan kepercayaan diri pria. Namun, seiring perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup, banyak pria dewasa mengalami penurunan vitalitas tanpa menyadarinya. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas seksual pria mengalami penurunan hingga 20% dalam 20 tahun terakhir, dan salah satu penyebab utamanya adalah pola makan yang buruk serta gaya hidup sedenter. Karena itu, memahami peran nutrisi dalam menjaga vitalitas menjadi sangat penting.

Pertumbuhan organ reproduksi pria, termasuk penis, berlangsung sejak masa janin hingga sekitar usia 20 tahun, dengan puncak pertumbuhan pada masa pubertas. Faktor genetik dan hormon testosteron berperan besar dalam menentukan ukuran tersebut. Untuk menunjang produksi testosteron, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup, terutama protein, lemak sehat, dan kolesterol. Asupan gizi yang baik sejak masa kanak-kanak hingga remaja akan memastikan pertumbuhan organ reproduksi berlangsung optimal.

Selain ukuran, aspek fungsional seperti disfungsi ereksi juga menjadi masalah yang sering dihadapi pria. Sekitar 15–20% pasangan di dunia mengalami gangguan kesuburan, dengan 31% di antaranya disebabkan oleh gangguan seksual pada pria. Penyakit metabolik seperti obesitas dan diabetes melitus merupakan penyebab utama disfungsi ereksi karena mengganggu keseimbangan hormon testosteron dan estrogen. Salah satu nutrisi penting yang terbukti membantu mengatasi masalah ini adalah asam amino L-arginine, yang berfungsi meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi. Konsumsi biji-bijian (seperti labu, wijen, kedelai, dan almond), daging merah, ikan, dan ayam dapat membantu meningkatkan kadar arginin alami dalam tubuh.

Untuk menjaga vitalitas jangka panjang, pria disarankan menerapkan pola makan seimbang dengan asupan protein adekuat, rendah karbohidrat sederhana, tinggi serat, serta kaya lemak tidak jenuh. Diet Mediterania terbukti menurunkan risiko disfungsi ereksi hingga 22%. Selain itu, latihan beban 3–4 kali per minggu, terutama dengan fokus pada pelvic floor muscle, dapat meningkatkan kadar testosteron dan sirkulasi darah. Tidak kalah penting, berhenti merokok menjadi langkah utama menjaga fungsi pembuluh darah dan hormonal tetap optimal.

Karena pada akhirnya, cinta mungkin buta, tetapi vitalitas adalah bentuk cinta terhadap diri sendiri dan itu dimulai dari pola hidup sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *