dr. Evania Astella, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K
Tahukah kamu bahwa manusia ternyata memiliki “The Second Brain”? Menariknya, apa yang selama ini kamu pikir dan rasakan ternyata tidak hanya dikendalikan oleh otak di kepala, tetapi juga dipengaruhi oleh sistem saraf di saluran cerna.
The Second Brain, atau dikenal sebagai Enteric Nervous System (ENS), adalah jaringan kompleks sistem saraf yang membentang di sepanjang saluran pencernaan, mulai dari esofagus hingga anus. Sistem ini bertanggung jawab mengatur berbagai fungsi penting seperti kontraksi usus, sekresi enzim pencernaan, hingga koordinasi gerak usus yang memungkinkan tubuh menyerap nutrisi dengan optimal. Uniknya, sistem ini bekerja secara semi-independen dari otak utama, namun tetap berkomunikasi erat melalui gut-brain axis, jalur komunikasi dua arah antara usus dan otak.
Yang lebih mengejutkan lagi, sekitar 90% sinyal komunikasi antara otak dan saluran cerna justru dikirim dari usus ke otak, bukan sebaliknya. Artinya, koloni bakteri baik dalam usus kita, dikenal sebagai mikrobiota usus, memiliki peran besar dalam mengatur mood, stres, daya ingat, hingga kualitas tidur. Tak heran, banyak penelitian menemukan hubungan antara kesehatan usus dengan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan bahkan gangguan kognitif.
Karena adanya hubungan langsung antara pola makan, mikrobiota, dan fungsi otak, apa yang kita konsumsi setiap hari akan sangat memengaruhi cara kita berpikir, bekerja, dan merasakan emosi. Diet yang tinggi serat, kaya probiotik, serta mengandung asam lemak omega-3 dan antioksidan dapat memperkuat koneksi antara usus dan otak, membantu tubuh mencapai keseimbangan yang lebih baik.
Ingat, Healthy Tummy, Healthy Mind! Karena merawat otak dimulai dari apa yang kamu makan hari ini.
