dr. Evania Astella, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K
Remaja membutuhkan nutrisi optimal untuk pertumbuhan tinggi badan, otot, dan hormon. Karena itu, diet terlalu ketat bisa berbahaya. Fokus utamanya adalah pola makan seimbang bukan membatasi makan. Pastikan remaja mendapat cukup protein (1–1,5 g/kg BB/hari), lemak sehat, serta karbohidrat kompleks dari nasi merah, oats, atau umbi-umbian.
Batasi makanan tinggi gula, minuman manis, dan gorengan. Jika ingin menurunkan berat badan, lakukan dengan defisit kalori ringan (sekitar 300–500 kkal/hari) tanpa menghilangkan sarapan.
Remaja juga butuh kalsium, zat besi, dan vitamin D yang cukup untuk pertumbuhan tulang dan mencegah anemia. Pendekatan terbaik adalah edukasi gaya hidup sehat, bukan larangan ekstrem.
