dr. Evania Astella, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K
Susu unta kini semakin populer sebagai alternatif susu sapi karena kandungan nutrisinya yang unik dan manfaat kesehatannya yang semakin banyak diteliti. Dalam setiap 100 mL susu unta terdapat sekitar 42 kalori, 2,5 gram protein, 2,5 gram lemak, dan 4,8 gram karbohidrat. Jika dibandingkan dengan susu sapi, kadar protein dan lemak pada susu unta lebih rendah, namun komposisinya lebih sehat karena mengandung lemak jenuh yang lebih sedikit dan lemak tidak jenuh yang lebih tinggi, sehingga bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Selain itu, susu unta juga memiliki kandungan seng (zinc) dan vitamin C yang lebih tinggi, berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan proses penyembuhan.
Menariknya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa susu unta memiliki efek positif terhadap pengendalian kadar gula darah. Kandungan protein menyerupai insulin di dalamnya dapat meningkatkan aktivitas reseptor insulin, membantu penyerapan glukosa oleh sel tubuh, dan memperbaiki resistensi insulin. Sebuah ulasan sistematis bahkan menyarankan konsumsi 500 mL susu unta per hari selama tiga bulan dapat memperbaiki profil glukosa darah dan kadar lipid pada penderita diabetes melitus. Kandungan laktoferin, imunoglobulin, antioksidan, serta zinc di dalamnya juga memberikan perlindungan terhadap sel beta pankreas yang berfungsi memproduksi insulin.
Selain bermanfaat bagi metabolisme, susu unta juga berpotensi memperkuat sistem imun tubuh. Kandungan whey protein-nya kaya akan laktoferin dan imunoglobulin yang bersifat antiinflamasi, antibakteri, dan antivirus. Uniknya, susu unta hanya mengandung sedikit beta-laktoglobulin, yaitu protein yang sering menimbulkan alergi pada susu sapi, sehingga lebih aman untuk anak-anak yang sensitif.
Susu unta juga bisa menjadi pilihan bagi mereka yang mengalami intoleransi laktosa, karena kadar laktosanya lebih rendah dan lebih mudah dicerna. Namun, perlu diperhatikan bahwa susu unta segar berisiko mengandung virus atau bakteri, sehingga sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk pasteurisasi atau steril agar aman dan higienis.
